For every craving-for-pleasure-stomach out there

Uda lama nih ga review food placeee.. Berdasarkan survey sih foto makanan di blog gue berhasil banget naikin rating. Ketahuan banget nih pembacanya pecinta kuliner semua.

Tokyo Tabushi Ramen
Akhir-akhir ini sering banget makan ramen. Nyobain ramen-ramen yang bermunculan semakin banyak. Dan ini salah satunya yang ada di kelapa gading dan menjuluki dirinya sendiri ramen no 1 di Tokyo. Pas berkunjung, memang banyak orang jepang asli sih yang lagi makan. Mungkin memang resto ini seleranya pas orang Jepang. Gue cobain Shouyu Ramen yang terlihat paling ori dan normal, walau waiter nya bilang yang favorit itu Tabushi ramen tapi gue agak ragu ngelihat gambar kuah ramen nya yang merah banget dan ada seafood oil yang menurut gue agak aneh buat ramen.

And yeah after the orders came out, i satisfied with my order. The Tabushi Ramen surely is way too salty. Thank God i stay on my order. The curry ramen is okay, the taste is similar with Indomie Curry taste. I love they also offer bigger noodle for the ramen. The Gyoza & chicken karage are fine. They have Dorayaki Ice Cream for dessert. We ordered ogura ice cream and it turned out well though the dorayaki not too fresh baked. I just hate they played Sabrina music here. I would love to come back here for the ramen again.

Curry Ramen

Dorayaki Ogura Ice Cream

Karashi Ramen

Shouyu Ramen


Jo Ramen
Pas masuk kesini yang terasa itu gelap dan suram. Mungkin karena masih baru jadi dekor nya pun seadanya. But i love how they played Japanese song that i know. I can sing them a long. Soal ramen nya, ga terlalu tergoda untuk makan berikutnya karena terasa biasa saja, tidak special. Ramen pake toge itu kayak makan indomie pake toge ya, bikin rasa asli ramennya jadi hilang. Okonomiyaki nya juga standard. Tapi chicken karaage nya donk juara. Rasanya pengen digado terus aja tuh karage.

Chicken Karaage

Chicken okonomiyaki


Oddyseia
Andaiiii aja resto ini adanya deket pantai, pasti makin ajib deh suasananya (sayangnya malah di mall). Sesuai dengan namanya, resto ini fokus di makanan laut dan memang tipikal cafe-cafe layaknya Potate Hoad and others yang ada di Seminyak gitu. Dari segi rasa oke lah, not too bad and not too good either. Memang yang dijual itu lebih ke suasana. Their cute pattern of pillows are very inviting and eye-catching. If you guys needed a place to hangout with a touch of beach, you're welcome here. Betenya sambil makan lu akan ditemenin lalat. Serasa makan di warung ya.

Kiwi Juice


Seafood aglio olio




Mangia Resto
Ini resto favorit nya artis Rianti Cartwright buat lunch. As a matter of fact, makanannya bukan favorit gue karena terlalu europian style but still have good taste. Dekornya sangat mendukung tempatnya yang kecil. Fit for lunch place. Varian menunya ga terlalu banyak dan tempatnya agak sempit.



Swedish meatballs


Tiramisu cake


Shabuya
All you can eat place for korean style shabu di Central Park ini hampir mirip sama resto shabu yang lainnya. Though the raw meat are provided by waiter, not your own picked. Mungkin biar ga wasted kalau ambil sendiri suka rakus kan, maunya ambil banyak tapi ga abis. Good point. Well, i still prefer Hay Thien ya so far, belum ada yang bisa ngalahin. Ita-suki aja masih selevel.



Collete & Lola
Soal marketing dari tempat ini harus gue acungin jempol. Pinter banget ngambil ati orang indo ya. Tau aja marketnya indo yang happening dikit cuma gara-gara temanya gemesin dan lucu langsung ngehits.





Bistronomy
Sumpah gue recommend banget ini tempat buat couple yang butuh suasana romantis remang - remang. I love their seats with flower pattern. The food is terrific. Big portion. Mostly for more than two persons.

Outdoor

Indoor

Edamame Soup

Mango Puding


Steam pork slices

Fried chicken stripes

Yamagoya Ramen
Gue pecinta ramen, sama halnya dengan gue cinta dimsum. Jadi gue pasti akan hunting ramen mana yang enak, and compare it each and other places. Nemu ini di MOI, tempat na quite spacious tapi sepi pengunjung (ya iya lah di MOI). The taste is not bad tapi mie nya terlalu lodoh ya, mungkin kelamaan rebusnya. Pokoknya kalau kuah ramennya bisa gue abisin, berarti it is fit. Contohnya Ikkudo & Ikkousha yang ga pernah bisa gue abisin kuahnya, terlalu eneq, mungkin kebanyakan mecin or MSG or whatever. Tapi disini bisa gue abisin. Means it's not bad. Hampir mirip sama Jo Ramen sebenarnya, dari segi topping dll.