Here goes nothing..
Familiar with those faces? I've been watching this Fashion Blogger show on TV cable and immediately fall for Zanita Whittington's photoworks which I truly adore (and I personally love her hair). I'm amazed with how talented she is and the big opportunities she had. Let's see some of her work here @zanitaphotography or http://zanita.com/portfolio and her profile @zanitazanita.
The TV show had 5 fashion blogger and all of them are awesome. My second idol is Sara Donaldson (don't you think she's photogenic). You can check her artsy web here http://www.birdyandme.com.au. Most of her pictures were taken by Zanita.
My point is.. I envy them >.< so much. Sometimes I wish I had white skin and blue eyes, literally. Inspired, you may say. Makes me want to do beauty and fashion photoshoot again. Photography is one of my passion afterall.
Recent songs in my head
1. Can't feel my face - The Weeknd
2. Where are u now - Justin B.
3. Lean On - Major Lazer & DJ Snake
Inside Me Out
Eh iya..
Lagi kepengen banget nulis blog walau sedang dalam keadaan jari telunjuk sakit gegara daging dalam kuku nya gue congkel-congkel, gue kobek-kobek pakai jarum pentul. Perih yang terasa setiap kali jari gue nyentuh keyboard itu.. mayan nyiksa sih tapi.. well, let's call me a masochist. It's a bit awkward typing without my index finger though.
(Ngomong-ngomong soal index finger, gue banyak nemuin penggunaan kata benda ini di buku Fifty Shades of Grey. Awalnya gue mengira ini jari tengah ya which proved to be wrong. Jadi visualisasi gue salah besar donk ya pas baca bukunya.)
Lagi aware banget sama Inside Out yang mayan happening ini. Disaat semua orang berlomba-lomba ngepost di social media emosi mana yang paling mewakili diri mereka, akhirnya gue jadi ikutan kepikiran donk. Liat kan Joy itu mimpin di otak Riley, kalau di otak si ibu yang mimpin itu Sadness dan di otak si bapak yang mimpin Anger. Dengan cepatnya gue bisa jawab sih dalam otak gue yang mimpin, yaitu Fear.
Why Fear?
This is hard to admit but yes, my mind is full of fearful thoughts.
Takut ambil resiko, takut mencoba hal baru, takut keluar dari zona aman, takut ngomong ini, takut berbuat itu, selaluuu aja self-doubt nya yang menang. Dengan kata lain, negative thinking ya. Tapi bagus nya sih uda mendingan & ga separah dulu ya. Sekarang selalu mencoba menjadi positive, walau dalam beberapa kesempatan tetap negative nya dulu yang nongol. Sometimes I wonder, kalau aja Fear is not part of me, what will become of me? What happened with all the chances I take? Would it lead me to a better future or not? Was it right decision to take the opportunities? There goes what if what if..
Ini ga berlaku kalau gue lagi yakin banget sama diri gue sendiri sih. Dibilang nekat iya. Untungnya sih masih dapat berkat dan bimbingan Tuhan. Alhamdulilah, walau terkesan ambil keputusan pakai emosi dan dalam keadaan terdesak, selaluuu aja diberi jalan dan pintu terbuka ya. Tuhanku luar biasa memang :)
Lagi kepengen banget nulis blog walau sedang dalam keadaan jari telunjuk sakit gegara daging dalam kuku nya gue congkel-congkel, gue kobek-kobek pakai jarum pentul. Perih yang terasa setiap kali jari gue nyentuh keyboard itu.. mayan nyiksa sih tapi.. well, let's call me a masochist. It's a bit awkward typing without my index finger though.
(Ngomong-ngomong soal index finger, gue banyak nemuin penggunaan kata benda ini di buku Fifty Shades of Grey. Awalnya gue mengira ini jari tengah ya which proved to be wrong. Jadi visualisasi gue salah besar donk ya pas baca bukunya.)
Lagi aware banget sama Inside Out yang mayan happening ini. Disaat semua orang berlomba-lomba ngepost di social media emosi mana yang paling mewakili diri mereka, akhirnya gue jadi ikutan kepikiran donk. Liat kan Joy itu mimpin di otak Riley, kalau di otak si ibu yang mimpin itu Sadness dan di otak si bapak yang mimpin Anger. Dengan cepatnya gue bisa jawab sih dalam otak gue yang mimpin, yaitu Fear.
Why Fear?
This is hard to admit but yes, my mind is full of fearful thoughts.
Takut ambil resiko, takut mencoba hal baru, takut keluar dari zona aman, takut ngomong ini, takut berbuat itu, selaluuu aja self-doubt nya yang menang. Dengan kata lain, negative thinking ya. Tapi bagus nya sih uda mendingan & ga separah dulu ya. Sekarang selalu mencoba menjadi positive, walau dalam beberapa kesempatan tetap negative nya dulu yang nongol. Sometimes I wonder, kalau aja Fear is not part of me, what will become of me? What happened with all the chances I take? Would it lead me to a better future or not? Was it right decision to take the opportunities? There goes what if what if..
Ini ga berlaku kalau gue lagi yakin banget sama diri gue sendiri sih. Dibilang nekat iya. Untungnya sih masih dapat berkat dan bimbingan Tuhan. Alhamdulilah, walau terkesan ambil keputusan pakai emosi dan dalam keadaan terdesak, selaluuu aja diberi jalan dan pintu terbuka ya. Tuhanku luar biasa memang :)
Ada yang Disgust kah? :D
Subscribe to:
Comments (Atom)







